Senin, 20 Januari 2014
AnSos
menjadi tak terlihat bukan berarti tak melihat.
gue pernah ngetweet seperti ini.
gue seperti merasakan sesuatu, setelah mengatakan hal ini. entahlah,
gue mau share dikit tentang keberadaan gue di sebuah lingkaran.
kaku.
itu adalah hal yang gue rasakan. ansos. "ansos itu pilihan"
ya mungkin itu memang pilihan gue. bukan, gue bukan merasa tidak dianggap tapi yah kurang lebih seperti itu. gue bukan sengaja memilih untuk ansos. itu bukan pilihan mutlak sebenarnya.
tapi gue hanya merasa kaku, untuk masuk lebih dalam, terjun lebih dalam.
yah, untuk kali ini saya memilih untuk tidak ansos lah ya! setidaknya ansos adalah pilihan terakhir.
Dunia luar menurut gue kejam banget.
entah ini asumsi gue aja atau memang banyak orang yg sependapat,
gue emang gak bisa. atau lebih tepatnya lagi ga pernah bisa nempatin diri dalam lingkaran pergaulan.
kembali lagi kepada dunia yg jahat, nah itu yg saya sebut dunia yg jahat. semua orang memandang rendah karena fisik gue....
Tapi alhamdulillah.
di balik semua ini ada hikmah besar yg bisa gue ambil.
walaupun gue gak secantik. ataupun gak semenarik kebanyakan perempuan. gue cukup pintar buat mengatakan "oh. hal ini salah..."
tau sendiri kan jaman sekarang? banyak orang yg berkedok seperti malaikat tapi hatinya busuk.
Contohnya bisa lo liat di kehidupan sehari-hari. misalnya ada temen yg rajin banget sholat. rajin baca al-quran dan berhijab tetapi pacaran. di luar batas pula....
coba lihat saya. selalu tenang. hidup dengan damai dan ga pernah ada masalah. buat apalah itu pacaran.
hidup saya selalu di temani oleh buku dan komputer. dan itu selalu cukup bermanfaat buat saya.
kadang juga bisa Hangout sebentar sendiri....
indah kan,,,,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar